Memaknai Kehilangan dalam Cerita Pendek Die Küchenuhr
Berlatar belakang Perang Dunia II, Die Küchenuhr , adalah sebuah cerita pendek yang ditulis oleh Wolfgang Borchert sekitar tahun 1945/46. Hamburger Allgemeine Zeitung yang merupakan koran Jerman berbasis di Hamburg–tempat kelahiran Borchert, pertama kali menerbitkan karya tersebut pada 27 Agustus 1947. ,,Die Küchenuhr” yang dalam bahasa Indonesia berapadanan dengan “Jam Dapur”, mengisahkan seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang kehilangan segalanya–terutama sosok orang tua–karena serangan bom yang terjadi ketika itu. Yang tersisa dalam genggamannya hanyalah jam dapur, benda paling dibanggakan sebagai perantara memori atas bentuk kasih sayang ibunya yang diberikan secara terus-menerus. Um halb drei. Pukul setengah dua. Dann hatte ich natürlich Hunger, nicht wahr? Und ich ging immer gleich in die Küche. Da war es dann fast immer halb drei. Und dann, dann kam nämlich meine Mutter. Ich konnte noch so leise die Tür aufmachen, sie hat mich immer gehört. Und wenn i...