Posts

Showing posts from July, 2020

Neptune

The sun rises and the day starts again. Tidak pernah ada yang mudah ketika kau mencoba melepaskan, merelakan dan kembali pada kebiasaan-kebiasaan awal saat sebelum bersamanya. Hari ini aku tetap berjalan menuju suatu titik hingga hilang gelisah yang betumpuk dalam tubuh. Untuk kemudian melanjutkan sebuah akuisisi, atau paling sialnya, menemukan titik petualangan yang benar-benar baru. Tak ada yang pernah berhenti. Tidak. Sebab, menyerah bukanlah wujud dari individu yang dianugerahi sebaik-baiknya akal. Hak dan kewajiban, telah tiba pada masaku untuk tak lagi terikat pada keduanya. Aku ingin mengingatkan bahwa segala peristiwa memiliki durasi. Bukankah tak ada yang kekal kecuali energi? Januari lalu, setidaknya, aku menjadi perempuan yang paling merayakan suka ketika kembali ‘ditemukan’. Melalui sebuah platform salah satu sosial media, seorang lelaki yang lahir empat tahun lebih awal tetiba menyapa. Sebuah foto di gedung Fakultas Sastra pasca event Deutsche Tage membawa kami pada sebuah...

Nothing into Something, Something into Nothing

Nothing could turn into something and something could turn into nothing. Di maha luasnya semesta ataupun alam semesta majemuk, secara realistis, engkau terlahir dari ketiadaan menjadi ada, kemudiaan akan kembali meninggalkan dunia dengan tiada. Demikian dengan beberapa masalah yang menerpa manusia, kekosongan akan terisi dengan kerumitan. Sel otak mencoba mencerna sekaligus mengolahnya guna menjadikan masalah tersebut kembali kosong. Dua puluh dua tahun seorang Monique berusaha memaknai akan setiap peristiwa baik, pun buruk. Keluarga, teman, seorang yang dicinta dan menyangkut apa-apa yang memiliki hubungan erat dengannya. Lebih dari separuhnya begitu menyakitkan. Kehilangan. Pengabaian. Soal kehilangan, pada dasarnya, apapun yang kau punya bukanlah milikmu. Kehilangan hanyalah bentuk penghibur atas perwujudan nomina pada tiap individu dan benda yang sifatnya sementara. Hak milikmu dibatasi oleh durasi. Kau, sesungguhnya, tak memiliki apa-apa.   Aku tidak sedang menganggap bah...

Peran

Masing-masing individu memiliki peran. Cabang. Merangkap. Secara garis besar sebagai seorang penghuni, pengelana dan pencari. Pemikiran dan tindakan merupakan wujud yang diterima oleh orang lain atas peran tersebut. Yang seharusnya, pun tidak seharusnya. Seorang penghuni akan merawat apa-apa yang menyangkut keselamatan dirinya. Singkatnya, tentang penjagaan dan pertanggungjawaban. Dalam tahap merealisasikan, tentu dirinya akan menjadi pengelana untuk terus mencari perihal apa yang tidak diketahuinya, mengembangkan diri, memberi sumbangsih pada sekitar. Selanjutnya  pencarian, mengolah dan mengambil makna dari setiap kejadian. Pemilihan atas yang baik, pula yang buruk. Berbicara tentang yang tidak seharusnya, pada dasarnya, dunia natural penuh dengan ketidakteraturan. Abstrak, ketidakpastian, kebohongan dan hal-hal lain terkait dengan kekacauan. Ya, manusia terkadang mempergunakan perannya yang bersifat kontras dari sistem. —Malang, 22 Juli 2020