Posts

Showing posts from May, 2020

Jelma. Jurnal. Jejak.

Sore hari saat sedang bersantai di atas tempat tidur, saya menerima kabar baik tersebut. Sesuatu yang telah lama dinantikan. Saya pikir nomor asing itu menyampaikan sebuah informasi seperti yang sudah-sudah, sebabnya saya tidak segera membaca pesan apa yang telah dikirimnya. Namun, perkiraan saya keliru. Sepoi angin dari jendela barat memasuki cela-cela kamar, cuaca sedang cerah-cerahnya dan kabar baik itu akhirnya tiba pada sang pemilik. Ya, sejenak saya memberanikan diri membuka aplikasi pesan instan dengan logo berwarna hijau. Sebuah ucapan selamat. Awal Mei lalu saya melempar banyak lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan sebagai kru restoran, kasir, termasuk penulis konten berbasis pengoptimalan mesin telusur atau yang biasa dikenal dengan Search Engine Optimization ( SEO ). Inisiatif dari diri sendiri karena muak di tengah kondisi pandemi dan ya, saya perlu menambah pundi-pundi alat tukar-menukar barang. Keadaan gabut pasca UAS, ingin ‘sedikit’ mandiri dalam hal finansial dan m...

Kilas Novel Der Richter und sein Henker

Image
Sumber: amazon.co.uk Der Richter und sein Henker merupakan sebuah novel kriminal yang ditulis oleh Friedrich Dürrenmatt—seorang penulis dan dramawan asal Swiss. Terbagi menjadi 21 bab, novel ini awalnya diterbitkan secara bertahap di majalah mingguan Der Schweizerische Beobachter dalam delapan episode pada tahun 1950 hingga 1951 yang setahun kemudian dibukukan oleh penerbit Benziger. Meski tergolong tipis karena hanya berisi 114 halaman, novel ini terbilang cukup rumit. Tokoh utama dalam salah satu novel yang ditulis oleh Dürrenmatt— Der Richter und sein Henker — adalah Hans Bӓrlach. Ia pernah menjadi polisi kriminal terkenal di Frankfurt sebelumnya akhirnya memutuskan kembali bertugas di kampung halamannya—Bern, Swiss. Bӓrlach mengemban amanat baru untuk menyelidiki kasus penembakan yang menimpa rekannya di Lamboing yakni Ulrich Schmied—Letnan Polisi Bern. Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan dan divonis hanya dapat bertahan hidup setahun lagi, Bӓrlach kemudian mengutus ...

Menyelisik Tapak Jejak Kerajaan Kutai Martapura

Tapak jejak eksistensi kerajaan pertama di Nusantara dapat diketahui dari berdirinya Kerajaan Kutai—Kutai Martapura. Berdiri sejak abad ke-5 atau 400 M, kerajaan yang terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam ini bercorak agama Hindu dan menganut kepercayaan animisme—memuja roh atau jiwa yang terdapat pada benda-benda tertentu. Tidak adanya kejelasan informasi membuat para ahli sejarah kemudian memberikan nama “Kutai” berdasarkan keterangan dari tulisan yang diukir di atas batu—prasasti—yang menunjukkan letak keberadaan kerajaan tertua itu. Selain dari prasasti, riwayat mengenai kerajaan yang bersangkutan diperoleh dari tujuh buah yupa, yakni sebuah tugu atau monumen yang berisi tulisan dan dibuat secara khusus oleh kaum Brahmana untuk kerajaan Hindu di Kutai. Yupa memiliki tiga fungsi utama, antara lain sebagai media informasi, tugu untuk mengikat hewan saat upacara keagamaan dan lambang kemuliaan raja atas kebaikan yang telah dilakukan. Dari penjelasa...