Kilas Novel Der Richter und sein Henker

Sumber: amazon.co.uk

Der Richter und sein Henker merupakan sebuah novel kriminal yang ditulis oleh Friedrich Dürrenmatt—seorang penulis dan dramawan asal Swiss. Terbagi menjadi 21 bab, novel ini awalnya diterbitkan secara bertahap di majalah mingguan Der Schweizerische Beobachter dalam delapan episode pada tahun 1950 hingga 1951 yang setahun kemudian dibukukan oleh penerbit Benziger. Meski tergolong tipis karena hanya berisi 114 halaman, novel ini terbilang cukup rumit.

Tokoh utama dalam salah satu novel yang ditulis oleh Dürrenmatt—Der Richter und sein Henker— adalah Hans Bӓrlach. Ia pernah menjadi polisi kriminal terkenal di Frankfurt sebelumnya akhirnya memutuskan kembali bertugas di kampung halamannya—Bern, Swiss. Bӓrlach mengemban amanat baru untuk menyelidiki kasus penembakan yang menimpa rekannya di Lamboing yakni Ulrich Schmied—Letnan Polisi Bern. Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan dan divonis hanya dapat bertahan hidup setahun lagi, Bӓrlach kemudian mengutus Tschanz untuk membantu proses investigasi lebih lanjut, dirinya mencurigai Gastmann.

Empat puluh tahun lalu di Konstantinopel, Gastmann ternyata pernah bertaruh pada Bӓrlach bahwa ada kejahatan yang tidak dapat dibuktikan secara hukum. Bӓrlach yang percaya pada keadilaan menolak akan hal itu meski pada akhirnya dia selalu kesulitan membuktikan tindak kejahatan yang sering dilakukan oleh Gastmann.

Pertaruhan antara Gastmann dan Bӓrlach menjadi inti cerita dari novel ini, selain pembaca mungkin akan terfokus pada siapa pelaku pembunuhan Schmied yang tertembak di dalam mobil Mercedes biru. Pada bab 20 saat perjamuan makan mewah, segalanya akan terungkap. Peluru revolver yang ditembakkan pada anjing menjadi bukti pelaku pembunuh Schmied. Secara tidak langsung, Bӓrlach juga menjadi seorang pembunuh dan seperti yang dikatakan Gastmann, tidak akan pernah terbukti dan lolos begitu saja. Ia mengirim seorang algojo untuk memburu musuhnya karena tidak dapat menangkap Gastmann secara hukum dan membawanya ke pengadilan.

Tak ada satu pun yang berhasil memenangkan pertaruhan yang dibuat oleh dua orang lelaki empat dekade lalu. Bärlach memang menjatuhkan Gastmann, namun harus menggunakan cara yang memutuskan prinsip dasarnya sendiri, yaitu keyakinan akan keadilan. Gastmann juga bukan pemenang taruhan lantaran ia harus membayar kejahatannya dengan kematiannya.

Bahasa dan kalimat yang digunakan dalam novel Der Richter und sein Henker cukup mudah sehingga dapat dimengerti pembaca yang sedang mempelajari bahasa Jerman. Penambahan gambar ilustrasi juga menambah keunggulan novel ini.

Sejauh ini, kekurangan yang saya temukan terletak pada kerumitan alurnya. Tak jarang, saya harus membaca ulang halaman tertentu agar lebih mudah memahami cerita di bab berikutnya.

Opini Pribadi
Der Richter und sein Henker terbit beberapa tahun setelah perang dunia II usai. Kondisi politik masih belum stabil dan negara-negara di dunia sedang berusaha membangun kembali apa yang hancur. Kepulangan Bӓrlach dari Frankfurt ke kampung halamannya—Bern, Swiss—saya pikir hal tersebut secara tidak langsung menjadi pernyataan ketidaksetujuan sikap atas diberlakukannya praktek NAZI oleh Adolf Hitler.

Dürrenmatt mampu menulis novel kriminal secara ringkas dengan alur yang kompleks. Kondisi alam menyesuaikan situasi cerita, misalnya penggambaran awan kabut saat Clenin menemukan Schmied dalam kondisi tertembak di mobil. Latar tempat banyak terjadi di daerah pedesaan dan yang masih asri (Danau Biel, Kerzers, Erlach, Zollikofen), sehingga pembaca dapat membayangkan keindahan alam di Swiss. Deskripsi akan cuaca dan lanskap alam banyak tersaji di sini sehingga tidak membuat pembaca mudah bosan karena cerita terfokus pada penyelidikan yang dilakukan.

Nilai moral yang dapat diperoleh adalah mengenai ketuguhan prinsip. Guna menjatuhkan lawannya, manusia bahkan rela bertindak di luar prinsipnya sendiri. Oleh sebab itu, kiranya perlu terus-menerus mengevaluasi diri agar terhindar dari ego pribadi. Menurut saya, novel tipis ini sarat akan makna dan cerita, cocok dibaca oleh siapapun.

Adegan Terbaik
Menurut saya adegan terbaik terjadi di bab 6, saat seekor anjing mencoba menyerang serta menggigit Bӓrlach dan dirinya telah siap siaga dengan melapisi tangannya dengan sebuah kain. Adegan ini menarik perhatian saya karena melalui adegan ini saya mendapat sedikit pandangan akan siapa pelaku pembunuh Ulrich Schmied.

Hal menarik lain terletak pada kecerdasan Dürrenmatt menciptakan sebuah ironi. Sosok Bӓrlach yang cakap dan handal dalam menangani kasus kriminal dengan menggunakan taktik yang awalnya tidak disadari oleh pembaca, nyatanya harus kalah dengan prinsipnya sendiri. Sikap dan pemikirannya menunjukkan kepercayaan terhadap keadilan dan hukum, pada akhirnya melakukan pelanggaran prinsip, yakni membunuh lawannya—Gastmann—dengan menggunakan Tschanz sebagai algojo, sehingga tidak ada yang menang dalam pertaruhan ini.



—Malang, 4 Mei 2020

Comments

Popular posts from this blog

Pengakuan

Tuhan, Dadu, dan Mekanika Kuantum

Peran