Posts

Showing posts from May, 2019

Menjelajah Masa Lalu atau Menelusuri Masa Depan?

Image
Sains bermula dari ketiadaan. Bermula dari dorongan keingintahuan sejarah-sejarah lalu, dari kerumitan yang tercipta disekitar, dari manusia yang menginginkan kemudahan dalam hidupnya. Bahasa bermula dari ketiadaan. Bermula dari pikiran yang mendesak untuk disuarakan. Muncul dari pengaruh lingkungan dan kebudayaan sebagai bentuk komunikasi semua makhluk. Pun, saya, bermula dari ketiadaan. Lebih jauh lagi sebelum sains, bahasa, dan saya, terdapat lorong panjang yang jika ditelusuri entah membutuhkan waktu tempuh berapa lama untuk mengetahui asal-muasal: jagat raya. Ketika Tuhan berbaik hati memberi pilihan antara dua kemampuan istimewa, menjelajah masa lalu atau menelusuri masa depan, mana yang akan dipilih? Menjelajah masa lalu nampaknya akan sangat menyenangkan bagi saya. Menutup mata kemudian membayangkan flying back to the beginning of time: no particle, no dust, no star. All nothing. Saya harus melesat cepat menuju tepi permualaan diciptanya semesta. Melupakan sej...

Eksistensi Mencintai Diri Sendiri

Image
“Siapa di bumi yang mencintai dirinya sendiri? Hanya orang idiot yang mencintai diri mereka sendiri. Apakah kau mengenal seseorang yang mencintai dirinya sendiri? Aku tidak.” Benarkah eksistensi mencintai diri sendiri adalah nyata? Ataukah itu hanya kebohongan sikap manusia agar dianggap, lebih peduli pada diri sendiri, misalnya? Bila betulan ada, lantas apakah orang tersebut dengan sepenuh hati melakukannya? Ya, sepenuh hati, bisakah? 303. Sebuah film Jerman. Rilis Februari tahun lalu karya Hans Weingartner, berdurasi 145 menit. Menceritakan seorang perempuan idealis yang bertemu dengan pria pragmatis saat dalam perjalanannya menggunakan RV dari Jerman menuju Portugal. Mengambil latar Berlin, Köln, Belgia, Prancis, Spanyol, dan Portugal. Sepintas, orang akan mengira bahwa film drama ini terkesan membosankan dan biasa saja seperti yang sudah-sudah. Nggak, ngga semonoton itu. Bukan dua orang yang tak sengaja bertemu lalu menjalin cinta belaka. Poin penting yang menarik dari...

Selamat Ulang Tahun, Ayah

Ayah, begitu aku memanggilmu. Aku tidak tahu apakah tulisan ini akan menjadi ucapan selamat, kumpulan harap, cerita lawas, atau mungkin rekapan ketiganya. Jelasnya, lima hari lagi tepat pada 16 Mei adalah hari ulang tahunmu. Sebuah perayaan. Ngomong-ngomong, selamat bertambah usia. Menua bukanlah hal yang menyenangkan, bukan? Secara perlahan dan pasti, waktu telah membawamu menapaki usia setengah abad kurang tiga. Separuh kau habiskan dengan suka, separuhnya lagi berisi peristiwa yang tidak pernah kau duga. Memang, kejadian beberapa tahun lalu agak rumit untukmu, pun bagiku. Lagi pula, siapa yang menyangka? Namun kurasa, kau sudah cukup menerima sehingga aku bisa sedikit lega. Maka tetaplah seperti itu, menjadi ayah paling tangguh saat menghadapi problema. Tak apa sesekali redup, asal kembali terang kau bersedia. Aku masih ingat betul, kemarin sore kau mengharap kelahiran bayi pertama—laki-laki—dan itu bukan aku. Adalah seorang perempuan, ternyata, yang kini telah beranjak de...