Menjelajah Masa Lalu atau Menelusuri Masa Depan?
Sains bermula dari ketiadaan. Bermula dari dorongan keingintahuan sejarah-sejarah lalu, dari kerumitan yang tercipta disekitar, dari manusia yang menginginkan kemudahan dalam hidupnya. Bahasa bermula dari ketiadaan. Bermula dari pikiran yang mendesak untuk disuarakan. Muncul dari pengaruh lingkungan dan kebudayaan sebagai bentuk komunikasi semua makhluk. Pun, saya, bermula dari ketiadaan. Lebih jauh lagi sebelum sains, bahasa, dan saya, terdapat lorong panjang yang jika ditelusuri entah membutuhkan waktu tempuh berapa lama untuk mengetahui asal-muasal: jagat raya. Ketika Tuhan berbaik hati memberi pilihan antara dua kemampuan istimewa, menjelajah masa lalu atau menelusuri masa depan, mana yang akan dipilih? Menjelajah masa lalu nampaknya akan sangat menyenangkan bagi saya. Menutup mata kemudian membayangkan flying back to the beginning of time: no particle, no dust, no star. All nothing. Saya harus melesat cepat menuju tepi permualaan diciptanya semesta. Melupakan sej...