(in)kognito
Bukan kabar buruk kembali pada ritme yang seharusnya. Setiap hari adalah pengecualian. Di dunia imajiner, ia hanyalah salah satu inkognito di antara jejaring yang dibuatnya. Dan seteguh apapun dia menentang, ada kalanya waktu akan membawanya kembali melalui proses kesadaran dan pengamatan. --- Sampai beberapa hari lalu, ia datang dari balik malam dan pulang ke pangkuan malam. Tak ada yang dapat memastikan bagaimana dirinya berhasil merangkai tiap untai rekognisi. Jalanan yang semula tenang mewujud seliar lautan lepas, sementara udara dingin membawanya pada ingatan pertama—dunia aroma. Seseorang membukakan portal ingatan itu. “Penciumanlah jendela indrawi pertama yang terbentuk di janin, yang paling kuat terhubung ke memori dan emosi dibandingkan indra lainnya.” Monolog dan dialog bermunculan ketika musim hujan dimulai. Ia menyerap tiap informasi atas ingatan yang menanggalkan wujud seperti tak lebih dari es yang kemudian mencair. Tak ada yang melekat pada diri seorang kecuali aroma. Ti...