Posts

(in)kognito

Bukan kabar buruk kembali pada ritme yang seharusnya. Setiap hari adalah pengecualian. Di dunia imajiner, ia hanyalah salah satu inkognito di antara jejaring yang dibuatnya. Dan seteguh apapun dia menentang, ada kalanya waktu akan membawanya kembali melalui proses kesadaran dan pengamatan. --- Sampai beberapa hari lalu, ia datang dari balik malam dan pulang ke pangkuan malam. Tak ada yang dapat memastikan bagaimana dirinya berhasil merangkai tiap untai rekognisi. Jalanan yang semula tenang mewujud seliar lautan lepas, sementara udara dingin membawanya pada ingatan pertama—dunia aroma. Seseorang membukakan portal ingatan itu. “Penciumanlah jendela indrawi pertama yang terbentuk di janin, yang paling kuat terhubung ke memori dan emosi dibandingkan indra lainnya.” Monolog dan dialog bermunculan ketika musim hujan dimulai. Ia menyerap tiap informasi atas ingatan yang menanggalkan wujud seperti tak lebih dari es yang kemudian mencair. Tak ada yang melekat pada diri seorang kecuali aroma. Ti...

Katalis

Tiada yang mutlak sejauh pencarian realitas. Mekanika kuantum itu penuh misteri, sama halnya dengan kesadaran. Membayangkan keduanya saling mengisi teka-teki akan sangat membingungkan karena pengalaman sadar sering kali menghasilkan ketidakcocokan atas suatu realitas. Begitu pula dengan waktu. Meski dirinya mengandung makna paling eksotis dan sering diagung-agungkan, ia tidaklah abadi. Sebab Anda dan saya tidak akan terus-menerus berada di noktah biru pucat ini. Kita dirangkul oleh durasi dan suatu saat akan lenyap ke kehampaan. Maka, satu-satunya hal substansial dalam pencarian nilai dan tujuan adalah kreasi pikiran. Mari kita mulai. --- Kelahiran itu … dimulai dari energi. Dia bak mata uang sebagai alat tukar atas segala yang datang dan pergi di jagat kosmos. Proses ekstraksinya menjadi mekanisme yang dipakai oleh kehidupan. Segala entitas di planet manapun memberi tenaga pada dirinya sendiri dengan cara yang sama: reaksi kimia. Perlu diakui memang, zarah yang menyusun setiap individ...

Tuhan, Dadu, dan Mekanika Kuantum

Image
Sebagian manusia mencari tahu, sebagian lain hanya melaksanakan. Dari mereka yang mencari tahu, perdebatan sengit itu pernah terjadi. “Tuhan tidak bermain dadu.” (penolakan Einstein terhadap Mekanika Kuantum) “Berhentilah mengatakan apa yang dilakukan Tuhan dengan dadunya!” (pembelaan Bohr pada Mekanika Kuantum) “Tuhan tidak hanya bermain dadu, dia bahkan melemparnya ke tempat yang tidak kita ketahui.” (penemuan Hawking atas radiasi Lubang Hitam) --- Butuh perjalanan panjang untuk memahami pola perilaku alam semesta sebelum kita mengenal semuanya. Kala itu mitologi tak memberi jawaban, kecuali cerita khayal. Filsafat Yunani Kuno kemudian membuka gerbang bagi sains klasik hingga sains modern yang kita kenal hari ini. Tak ada lagi cerita-cerita bualan soal Loki yang licik atau Thor yang selalu memegang Mjolnirnya. Kisah itu sudah ditutup. Tiga dasawarsa pertama abad ke-20 dilewati dengan kemajuan intelektual yang pesat, terutama di bidang fisika yang memberi gambaran akan kosmos melalui ...

Berlabuh

Aku selalu menemui abu-abu pada terang yang ingin kujumpai sedari dulu. Keraguan ini merupakan nestapa terbesar yang perlahan menghancurkan. Aku tidak tahu pada siapa 'kan berlabuh nanti, entah pada liarnya nalar atau lembutnya hati. Sebab, garis batas tak pernah benar-benar tampak nyata. Keduanya fiktif yang bisa dicipta kemudian diluruhkan oleh siapa saja. Hadir-runtuh berulang kali. Kini, aku menaruh iri kepada ketidaktahuan. Kehidupan melahirkan timbunan pertanyaan, kematian menghadirkan tumpuk jawaban.

The Death of Stars, The Death of Us

“Suatu hal penting menyangkut ketidakterhinggan adalah bahwa ketidakterhinggan bukan sekadar bilangan yang besar. Jika keabadian hanya berarti memiliki pemikiran dan pengalaman yang sama berulang-ulang tanpa akhir, memang keabadian terkesan tidak berarti.” Kalimat memukau tersebut terlontar dari seorang ahli astrofisika asal New York—Neil deGrasse Tyson—yang menurut saya, layak untuk dijadikan bahan renungan. Mungkinkah ada makna sejati dalam proyek yang tidak pernah selesai? Sebab, selamanya adalah waktu yang lama. Salah seorang teman saya pernah berkata bahwa satu-satunya hal yang pasti adalah kematian. Barangkali benar. Namun, sejauh keyakinan saya, kematian pun akan melahirkan sebuah kehidupan baru, yang tampaknya, seluruh wujud di maha luasnya rentang ruang-waktu memang sengaja diciptakan abadi melalui proses pembaruan. Sebuah siklus. Sebab, manusia merupakan bagian dari energi, dan energi energi sendiri bersifat kekal—dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain, t...

Probabilitas

Memilih. Dipilih. Terpilih. Lama sebelum permulaan terjadi, tersedia tumpuk probabilitas yang salah satunya akan menggiring manusia pada peristiwa masa kini. Dua kerucut ruang waktu saling bersua atas seleksi kehendak individu yang bersangkutan. Ledakan, yang kemudian menjadikan sebuah ketidakpastian menjadi pasti ketika suatu kuantitas berinteraksi dengan sesuatu yang lain. Dari titik itu, aku berandai tidak pernah terjadi. Dari titik itu, aku melayangkan umpama bahwa kabar baik pada bulan Maret lalu luput tersampaikan. Namun, sungguh, ketika itu aku turut berbahagia atas apa yang engkau coba rengkuh kembali setelah sebelumnya lenyap dari harap. Engkau memulai. Engkau berada di dalam bangunan tersebut. Tak ada yang mengira bahwa konfigurasi khusus kejadian masa lalu membawa segalanya berbalik. Variabel-variabel subjek interaksi dan keberadaan tempat sebagai satu kesatuan sistem fisik di hunian multisemesta menghilangkan apa-apa yang kabur. Engkau menemukan jawab berdasarkan isya...

Neptune

The sun rises and the day starts again. Tidak pernah ada yang mudah ketika kau mencoba melepaskan, merelakan dan kembali pada kebiasaan-kebiasaan awal saat sebelum bersamanya. Hari ini aku tetap berjalan menuju suatu titik hingga hilang gelisah yang betumpuk dalam tubuh. Untuk kemudian melanjutkan sebuah akuisisi, atau paling sialnya, menemukan titik petualangan yang benar-benar baru. Tak ada yang pernah berhenti. Tidak. Sebab, menyerah bukanlah wujud dari individu yang dianugerahi sebaik-baiknya akal. Hak dan kewajiban, telah tiba pada masaku untuk tak lagi terikat pada keduanya. Aku ingin mengingatkan bahwa segala peristiwa memiliki durasi. Bukankah tak ada yang kekal kecuali energi? Januari lalu, setidaknya, aku menjadi perempuan yang paling merayakan suka ketika kembali ‘ditemukan’. Melalui sebuah platform salah satu sosial media, seorang lelaki yang lahir empat tahun lebih awal tetiba menyapa. Sebuah foto di gedung Fakultas Sastra pasca event Deutsche Tage membawa kami pada sebuah...