Probabilitas

Memilih. Dipilih. Terpilih.

Lama sebelum permulaan terjadi, tersedia tumpuk probabilitas yang salah satunya akan menggiring manusia pada peristiwa masa kini. Dua kerucut ruang waktu saling bersua atas seleksi kehendak individu yang bersangkutan. Ledakan, yang kemudian menjadikan sebuah ketidakpastian menjadi pasti ketika suatu kuantitas berinteraksi dengan sesuatu yang lain.

Dari titik itu, aku berandai tidak pernah terjadi. Dari titik itu, aku melayangkan umpama bahwa kabar baik pada bulan Maret lalu luput tersampaikan.

Namun, sungguh, ketika itu aku turut berbahagia atas apa yang engkau coba rengkuh kembali setelah sebelumnya lenyap dari harap. Engkau memulai. Engkau berada di dalam bangunan tersebut.

Tak ada yang mengira bahwa konfigurasi khusus kejadian masa lalu membawa segalanya berbalik. Variabel-variabel subjek interaksi dan keberadaan tempat sebagai satu kesatuan sistem fisik di hunian multisemesta menghilangkan apa-apa yang kabur.

Engkau menemukan jawab berdasarkan isyarat alam bawah sadar. Buah penantian yang pada akhirnya menjumpai ujung. Sanding.

Akhir tahun ini atau awal tahun depan, kiranya akan bertemu kembali dengan engkau yang menjejaki sebuah langkah baru.

Sekuel dari probabilitas.



—Malang, 1 Agustus 2020

Comments

Popular posts from this blog

Pengakuan

Tuhan, Dadu, dan Mekanika Kuantum

Peran