Katalis
Tiada yang mutlak sejauh pencarian realitas. Mekanika kuantum itu penuh misteri, sama halnya dengan kesadaran. Membayangkan keduanya saling mengisi teka-teki akan sangat membingungkan karena pengalaman sadar sering kali menghasilkan ketidakcocokan atas suatu realitas.
Begitu pula dengan waktu. Meski dirinya mengandung makna paling eksotis dan sering diagung-agungkan, ia tidaklah abadi. Sebab Anda dan saya tidak akan terus-menerus berada di noktah biru pucat ini. Kita dirangkul oleh durasi dan suatu saat akan lenyap ke kehampaan.
Maka, satu-satunya hal substansial dalam pencarian nilai dan tujuan adalah kreasi pikiran.
Mari kita mulai.
---
Kelahiran itu … dimulai dari energi.
Dia bak mata uang sebagai alat tukar atas segala yang datang dan pergi di jagat kosmos. Proses ekstraksinya menjadi mekanisme yang dipakai oleh kehidupan. Segala entitas di planet manapun memberi tenaga pada dirinya sendiri dengan cara yang sama: reaksi kimia.
Perlu diakui memang, zarah yang menyusun setiap individu tidaklah diliputi makna. Namun, kita bukanlah makhluk pasif. Dan selagi proses itu berlangsung, kita telah melanglang buana ke kosmos yang gersang dan dingin. Cerita-cerita menakjubkan kemudian lahir dari sudut tempat. Bersumber dari pusat pengalaman manusia yang terbentuk dari sebuah pola. Kita menamakannya bahasa.
Dengan bahasa, mereka akan terus berinteraksi menghasilkan produk budaya. Mengoceh dan bertukar informasi dengan cepat. Memilih apa-apa yang beda, memilih apa-apa yang sama.
---
Untuk bertahan hidup.
Untuk bisa merasa dan menanggapi irama dunia.
Dari sekumpulan energi dan zarah.
—Yogyakarta, 1 Januari 2023
Comments
Post a Comment